Pages

Jumat, 25 Maret 2016

RINDU I’TIKAF

RINDU I’TIKAF
Ramadhan sebentar lagi datang, tak terasa waktu begitu cepat berganti. Perasaan belum lama rasanya ramadhan tahun lalu berlalu. Ah, inilah saatnya, saya harus bersiap-siap. Ya! Setidaknya saya harus sudah bersiap dari sekarang, tak hanya menyambut Ramadhan, tetapi untuk mewujudkan keinginan saya bisa melakukan i’tikaf.
Sebagaimana telah anda dan saya ketahui, dalam 10 hari terakhir ramadhan, kaum muslimin dianjurkan (disunnahkan) untuk melakukan i’tikaf. Sebagaimana Abu Huairah mengatakan bahwa rasulullah biasa ber-i’tikaf pada setiap ramadhan selama 10 hari dan pada akhir hayat, beliau melakukan i’tikaf selama 20 hari. (riwayat bukhari)
Bahkan, nabi juga pernah ber-i’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan syawal sebagai qadha’ karena tidak beri’tikaf dibulan ramadhan.(riwayat bukhari & muslim)
Hammm, alangkah utamanya. Sayangnya saya belum pernah merasakan sekalipun nikmatnya ibadah ini. Namun, ternyata i’tikaf itu bukanlah ibadah yang mudah. Yang saya maksud, i’tikaf yang sebenarnya. Benar-benar fokus berdiam di masjid dan mengerjakan ibadah didalamnya. Sebab, salah seorang ustadz pernah berjujur kepada saya, “Seharusnya, orang yang ber-i’tikaf itu benar-benar fokus pada ibadah, kalau bisa, tidak perlu membawa ponsel segala.
Seorang teman juga pernah berbagi pengalaman i’tikafnya, “Wah, masa’ ada yang membawa laptop segala, dipakai browsing lagi.”
Meskipun begitu, saya pikir mereka yang ber-i’tikaf seperti itu, tetap lebih baik daripada saya. Setidaknya, mereka bisa meluangkan waktunya unuk berusaha berdekat-dekat dengan Allah di penghujung bulan ramadhan.

Makanya, diakhir ramadhan tahun lalu saya sudah bertekad, insyaallah ramadhan tahun ini saya berusaha agar bisa ber-i’tikaf.

TIPS MENGHINDARI SIKAP SOMBONG

TIPS MENGHINDARI SIKAP SOMBONG
Sobat kita tentu sering mendengar ungkapan, ‘untung tadi ada saya,kalo tidak, bahaya...!” Atau, “kalo bukan saya, mana mungkin bisa...”Atau,”jangan bandingkan saya dengan dia. Saya kan sarjana agama sedangkan dia baru ngaji kemarin sore...”
Beberapa ungkapan seperti itu, adalah pertanda adanya ujub dalam hati. Berikut ini beberapa tips agar terhindar dari sifat sombong :
  1. Senantiasa mengingat  dan menanamkan keyakinan bahwa sombong dan ujub itu dosa.
  2. Yakinlah kesombongan tidak akan menambah apapun selain kerugian.
  3.  Sering-seringlah mengingat kelemahan diri sendiri
  4. Seperti telah disebutkan memelihara sifat sombong berarti cenderung menolak datangnya kebenaran telah jelas didepan mata
  5. Biasakanlah melayat bila ada orang meninggal
  6. Setiap kali uncul keinginan untuk sombong/ membanggakan diri, segeralah memohon ampunan kepada Allah.
  7. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong.


Nahhh demikian tips menghindari sombong, semoga bermanfaat.

Kamis, 10 Maret 2016

KEBUDAYAAN INDONESIA


Download Button